Categories
Berita

Pemkot Semarang Izinkan Hotel Beroperasi Saat New Normal

Semarang, CNN Indonesia — Pemerintah Kota Semarang memberi “lampu hijau” kepada seluruh Hotel untuk beroperasi kembali di masa new normal. Meski demikian, pihak pengelola hotel diminta untuk patuh dan melaksanakan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Proses penerapan protokol kesehatan tersebut akan terus dipantau dan diawasi oleh Pemkot Semarang, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang. 

“Kami berikan kelonggaran untuk dapat beroperasi. Makanya kita cek lihat langsung bagaimana persiapan dan penerapan SOP protokol kesehatan covid di Hotel”, ujar Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu usai melihat simulasi penerapan New Normal Hotel Grand Edge di kawasan Kagok Semarang, Selasa (9/6).

Hevearita menegaskan bila ditutupnya sejumlah Hotel di Semarang selama hampir tiga bulan karena wabah covid membuat sektor bisnis dan pariwisata merosot tajam. Bahkan, Pemkot Semarang mau tidak mau harus kehilangan Pendapatan dari Pajak Hotel dan Restoran. 

“Hotel kan salah satu sektor Pariwisata, dan selama ditutup 3 bulan kita kehilangan Pendapatan sekitar 30 persen. Mau tidak mau harus kita lalui. Tapi ini kami mencoba perlahan untuk beroperasi kembali, tentunya harus dengan syarat yang tegas demi kebaikan semua. Kalau tidak cepat, bisa kehilangan Rp 1 triliun dari pariwisata”, tambah Hevearita yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Semarang. Sementara itu Andhina Anggun, Corporate Hotel Manager Kekancan Mukti menyebutkan, penerapan new normal dan SOP kesehatan secara ketat tidak hanya di Hotel Grand EDGE.

“Penerapan new normal dengan SOP kesehatan kita terapkan di semua hotel grup Kekancan seperti Hotel Radja, GriyaAyem, 21 Residentie dan Rumah Mertua Heritage Jogja,” ujarnya. (dmr/age)

Source: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200610004031-20-511603/pemkot-semarang-izinkan-hotel-beroperasi-saat-new-normal